Jumat, 05 Agustus 2011

Keripik Pedas Mengukir Sejarah Baru di Indonesia

Keripik pedas akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan di negeri ini. Bagaimana tidak, berbagai merek bermunculan dengan variasi rasa keripik dan kepedasan keripik yang berbeda. Ada yang menyebutkan dengan level, tingkat hingga volume pedas dengan harga yang bervariasi pula.

Disamping itu makanan pedas khas tanah sunda ini pun membantu mendongkrak khas makanan ringan pedas lainnya selain dari keripik dengan taburan bumbu pedas yang sama, seperti : seblak dan gurilem.

Suksesnya keripik pedas yang terbuat dari singkong ini merubah paradigma yang selama ini menganggap keripik pedas adalah makanan kelas bawah menjadi makanan ringan semua kalangan. Keripik pedas menjadi fenomenal, puluhan merek keripik mulai bermunculan, dari mulai produk keripik maicih, seripik kingkong, keripik lada, keripik bukan si emak, mak irit, keripik sikribo, dll.

Selain keripik, mulai menjamur pula aneka macam makanan rasa pedas lainnya, antara lain seblak maicih, seblak keriting mak irit bukan mak erot, dll.

Dengan omset keripik yang mencapai angka ratusan juta per hari dan milyaran rupiah/bulan, berdampak positif bagi para petani singkong dan pengolah makanan ringan ini, khususnya industri rumahan yang memproduksi keripik.

Sumber : blog mak irit bukan mak erot

1 komentar: